Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sajak

Aku, kamu dan sesal sepintas lalu

Beberapa hal memang tidak perlu selesai sekarang. Katamu, dulu. Kadang beberapa hal ada yang jangan terlalu dipusingin. Katamu, dulu. Juga beberapa hal lainnya sangat perlu selesai sekarang. Katamu, dulu.  Aku memang tak pandai menebak apa maumu, tapi aku bisa jadi apa yang kamu mau. Aku juga memang tak pandai bersuara, tapi perlakuanku padamu tak butuh suara.  Dan, aku tak lagi harus menunggu ucapan dua kata yang membuka hari, juga ucapan tiga kata yang menutup hari. Itu Aku, sekarang.

belum selesai

Kuingat lagi tempat ini Kita berjanji tak akan pergi Harap dan cemas kita serahkan berani Dan, aku masih belum selesai pada janji yang perih Aku murung, aku murung Apakah kau masih simpan perih? Lalu bagaimana dengan sosok Dokter muda yang menemani Tentara? Perihal itu, aku sudah muak dan tak peduli Kamu nyenyak tidur di sana? Aku tak bisa melindungi dan mendekapmu saat nyamuk hinggap di jidatmu Tapi secepatlah beri kabarku Supaya waktu dan jarak tak lagi menerka-nerka batinku Secepatnya aku tunggu Kabar baik dari batinmu Secepatnya aku tunggu Kabar baik dari kekasih barumu Aku murung, aku murung Kau melupakanku dengan campakan membekas di relung hati Apakah kau masih menyimpan perih? Aku di sini menunggu Kabar baik dari batinmu -Sahal Mahfudz Hadiyawan, 2022

Muharram Datang Kembali

Saat matahari terbenam, lembaran baru di mulai Kala cakrawala terlukis warna yang memanjakan mata Jiwa ini bergetar... ya Robb.. Hina.. hina hati ini ketika ku mengabaikan panggilanmu di setiap waktu Ya Robb... Akankah bulan dan tahun depan menyapaku lagi? Masihkah diberi kesempatan? Jika di izinkan, Hamba-Mu ini akan memulai hari lebih khusyuk Ya Robb... Ya Robb, Pada lembaran-lembaran ayat suci yang ku lantunkan untuk-Mu Lewat rentetan kata yang menjalin doa Inilah caraku mencintai-Mu Lebih banyak Lebih kasih Lebih cinta Lebih Rindu Sungguh muharram agung datang kembali Sadarlah, hijrah itu perjuangan! Hijrah itu perngorbanan! Bissmillahirohmanirohim... Segala puji bagimu tuhan semesta alam [2018]

Labora

Sore hari, di bulan juni Sore menuju malam yang sunyi Sore hari, burung gereja Burung gereja itu mengibas-mengibaskan sayapnya di kabel udara labora Sore itu, romantis sekali Romantisnya aku berjalan kaki Berjalan kaki menjemput rindumu Rindumu yang sedikit manja, selalu ceria nan lucu saat kita bertemu Duduk, duduk dulu, katamu Duduk berdua, saling sapa Jajan, jajan dulu, ajakmu Jajan di labora, menunggu senja Magrib tiba, tiba-tiba ku jatuh cinta Pada perempuan dan malam yang setia Tapi, magrib itu di gereja labora Aku bercumbu rasa Sahal, 2021