Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label aku

Bab 3 kejutan

  Bahwa mencintai di usia dua puluh dua adalah sebuah anugerah yang hebat dan menjadi hancur adalah hal yang biasa.  Maka, semoga dilembutkannya hati agar tidak bosan-bosannya memahami apa itu memberi dan menerima.  Tahun yang banyak kejutan.  Terima kasih untuk diri sendiri, yang mengambil banyak resiko keputusan besar tahun ini. Berani menghadapi banyak una ini sampai badan pegal linu.  Terima kasih untuk kamu dan semua teman terbaik, sahabat terhebat yang membersamai  Mari mengambil jeda, kembali pulang ke dalam diri, mengumpulkan energi untuk hidup lebik baik lagi.  Dan sekiranya begitu, semoga aku menjadi manusia seutuhnya.  Satu lagi, terima kasih atas doa yang mencium kening dan pipi. Dua puluh dua, aku siap! 

Berakhir pada pukul lima sore

Tetiba kehidupan berakhir dipukul lima sore, kenapa kemudian, sebab setelah pukul lima sore, aku akan mengabari semua pesan yang masuk diWhatsApp. Jadi pada saat itu aku merenung, sejenak menikmati keindahan di sekelilingku, menghargai langit yang berubah warna dari biru-abu kelabu hingga kemerah-merahan.  Jam sebelas malam aku kepikiran sudah hi dup seperempat abad atau menuju seperempat abad akan membuat kita bergidik kencang seraya berkata,  “Duh.. amit-amit deh, ripuh pisan” . Pada masa ini, hampir semua manusia dengan umur dewasa awal akan diuji sedemikian rupa. Masing-masing akan diuji dengan cara dan kondisi yang berbeda, sehingga  sharing  soal pengalaman melewati krisis seperempat abad ini banyaknya tidak dibutuhkan, yang banyak dibutuhkan adalah cukup diterima, ditemani, didengarkan, dan didukung. Tidak dibiarkan dan membiarkan diri sendiri kesepian adalah kunci utama dalam melewatinya. Kunto Aji dalam liriknya bilang,  “Kapan terakhir kali kamu dapa...

bab 2 tumbuh

hari ini aku berterimakasih kepada Tuhan. Terima kasih Tuhan, sudah memberikanku kesempatan untuk menerima cinta dan senang serta sudah membuat semua ini terjadi, Ibu, Bapak, keluargaku, kamu juga kenangan. Terima kasih, Tuhan, sudah memberikanku kesempatan untuk merasakan hidup selama belasan tahun dengan yang selalu aku sayang. Malam ini aku berterimakasih kepada seluruhnya. Kepada es kelapa muda, kepada ayam kemangi, kepada warung kopi, kepada ucapan yang mencium kening dan pipi, kepada gunting kuku, kepada kebun selabintana, kepada lampu merah kota Sukabumi, kepada mbak alfamart dengan lelucon anehnya, kepada seluruh yang baru kurasakan untuk kali pertamanya, terima kasih. Terima kasih, Amor.  Malam ini aku berterima kasih kepada diri sendiri atas cinta yang kutabur dengan lapang. Atas sabar dan pengertian. Atas redam, emosi dan gengsi. Sekarang sudah tiba pada waktu yang habis. Detik ini juga aku mulai dengan lembaran yang baru. Kutitip seluruh doa baik semoga militansi yang i...

ke dua puluh

.  Tahun ke dua puluh aku lalui Kata mereka, diriku suka di tinggal kerja jauh oleh bapak, terutama ibu Kata mereka, bapak dan ibuku gagal Kata mereka, aku tak akan berhasil Masih, kata mereka, diriku sangat di manja. Padahal, kata mereka, bapak dan ibuku kerja jauh Tak mengapa Tak apa-apa Ya, gapapa Aku, sudah terlalu banyak untuk senang Saatnya merenung dan bersyukur Hidup itu bukan cuman sekolah, kuliah, kerja lalu nikah Tapi, hidup itu bagaimana cara kita menciptakan kebahagian di barengi dengan rasa syukur Terima kasih kepada Tuhan yang sudah membuat semua ini terjadia Terima kasih kepada ibu, bapak, kakak, adik, bibi dan nenek 'ku Oleh karenanya, aku masih bisa merasakan jadi anak laki-laki yang berumur dua puluh tahun yang masih labil bahkan mengontrol diri O, tapi aku merasa sangat sedih campur senang dikit tapi, hehe Yaa ini awal dan akhir perjalanan diriku. Dari beranjak dewasa menuju tak terbatas dan tak ada yang bisa melampauinya, hahaha Bissmillah, aku...