Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label REWIND 2022

March

”Satu dari sekian banyak tempat di dunia yang selalu menyiapkan kejutan-kejutan di hidupku adalah jalanan” ‘Ilmu di jalanan lebih luas daripada ilmu di sekolah”, Aku sepakat dengan kalimat itu. Maret adalah salah satu bulan dari 12 bulan yang terbaik. Mengapa begitu, karena di bulan ini aku begitu tumbuh sangat cepat, aku merasakan itu, sampai merinding ini nulisnya, duh. Huuuuh, baiklah. Kamu tahu, aku bertemu dengan orang-orang hebat, baik dikalangan mahasiswa, dosen, pejabat juga pedang kaki lima yang sering kusapa di jalanan. Transisi February dengan maret ini menyenangkan sekali bagiku, apalagi setelah kesibukanku diakhir bulan lalu menemukan tempat membasuh segala lara perihal menjadi mahasiswa seutuhnya. Aku dan PMII memang sudah digariskan untuk bersama kayaknya, soalnya ketika aku mau berangkat ke tempat masa penerimaan anggota baru itu semalamnya badanku panas dingin. Entah karena sebelumnya aku kehujanan, entah memang karena sakit covid 19 lagi. Ya aku pernah kena covid 19...

February

Untuk bertemu kamu aku harus melewati kemacetan, berhimpit kendaraan, hujan badai, halilintar dan segala hal yang membuatku kesal dan kamu lebih menyebalkan ternyata atas ketidakpercayaanmu padaku. Dulu, febuary dan dejavu. Kau tahu, yang pacaran bisa putus, yang tunangan bisa usai di tengah jalan, yang menikah bisa jadi sebulan cerah. Menurutku, pembuktian cinta bukan kepastian. Sebab, siapapun bisa. Jangan meremehkan kayak, “kalau serius, langsung datang ke rumah, temui orang tua”, dan lain-lain. Itu gampang banget. Memang, di mata agama dan social itu baik. Tapi, apa kamu rela ngorbanin dirimu ke seseorang yang bahkan enggak kamu kenal, hanya karena satu poin dia berani memberi kepastian? Pembuktian cinta paling masuk akal adalah membuktian diri sendiri, jujur sama diri sendiri. Yang dulu sukanya main sana sini, sadari, lalu berubah. Komitmen ke diri sendiri, nanti enggak selingkuh, nanti enggak gampang minta pisah, nanti membatasi diri ke lawan jenis. Setiap orang masih layak u...

January

Hindia bilang dalam liriknya, “kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?”.   Aku menjumpai malam-malam yang rasanya panjang dan resah sehingga tak dapat tidur hingga pagi hari pada tahun ini, untuk sekadar overthinking dan overfeeling itu menjelma bak lampu kamar kost. Pikiranku, cuma berteriak dan bertanya, “Apa aku sudah melakukan hal-hal yang bermanfaat?”, “Apa aku sudah tumbuh dengan baik?”, “Apa aku sudah menebar serta kutabur cinta dengan lapang di tahun ini?”. Seharusnya pertanyaan itu tak datang dipenghujung tahun ini. Tapi, tak apalah, toh dalam hidup itu perjalanan, ada yang meninggalkan juga ada yang ditinggalkan, meski berat itu terjadi. Seharusnya juga aku tidak menyakiti orang-orang yang sayang dan juga aku sayangi. Baiklah, mari kita mulai, semoga bisa mewakili kamu yang sama denganku. Tiba pada bulan January, harapanku dulu sederhana, hanya ada dua; pertama, aku ingin sehat dan bahagia. Kedua, aku ingin lebih banyak minum air putih. Hanya itu, bagiku tidak ...