Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dara

surat bulan april

​ Hari ini, hari yang kesekian tanpamu kita dulu sering bilang bahwa kode etiknya "berkabar", lalu prinsipnya "semua permasalahan dimaafkan terkecuali perselingkuhan".  kau tahu, kukira bulan yang terberat aku lalui dalam hidupku adalah bulan november. karena november adalah bulan dimana kau memutuskan untuk tak bersamaku lagi. tapi justru bulan april ini menjadi bulan yang kusebut "bulan bajingan". ya, benar kau tidak salah baca. karena di bulan ini aku harus dipaksa menerima kenyataan bahwa kau benar-benar tak akan pernah kembali lagi dalam hidupku. bahkan hanya sekadar bertegur sapa, atau bertemu di keramaian kau pasti memalingkan wajahmu. selamat berlayar ya! kuucapkan terima kasih pada kekasih barumu itu. terima kasih telah membuatmu jadi perempuan seutuhnya, telah membuatmu jadi tak lagi sendiri pergi, telah membuatmu jauh denganku pastinya. terima kasih ya, kamerad.  lalu bagaimana kamu dengannya?  apa dia mengerti semua kebutuhanmu? tak seperti den...

berai

​ kau tidak tahu, bukan, bagaimana rasanya hidup diawasi oleh dua reformis di dua negara berbeda. atau dikelilingi banyak potret kemesraan orang lain di mana-mana.  lalu bendera dari beberapa organisasi tidak berkibar dan dipasang di sebuah jendela. menutupi cahaya matahari pagi yang memaksa masuk. atau memasang warna keemasan senja dan terang bulan malam yang berusaha menghias kamar.  tapi sebenarnya tak ada satupun yang ingin aku sampaikan. hanya mendadak suara ayam berkokok dan malam terasa begitu pagi. terlalu pagi.  lalu aku harus segera tidur dimalam ke 150 hari kau berlalu, berlalu. aku tak akan menulis tentangmu dan tak akan menemuimu lagi.  kalau kelak setelah ini kamu bertemu seseorang yang lain lagi, berjanjilah untuk menemuinya dalam keadaan rapi. tidak kusut dan hancur seperti denganku. ini juga bukan salah matamu yang sayu dan mudah menangis, bukan karena hatimu yang batu dan ingin selalu memperbaikinya lagi. bukan salahmu. bukan salahmu bayangan tentan...

surat bulan maret

Benar katamu, Romansa itu hanya ada dipikiranku.   Mencintaimu itu butuh kecerdasan dan kesabaran. karenanya, mana bisa perasaanku dibuat cerdas dan sabar untuk menahan akan jangan terlalu begitu mencintaimu. keadaan telah jahat pada kita yang belum tiba waktunya saat ini dan lagi lagi merelakannya kesepian keinginan sendiri. Menyedihkan bukan keadaan ini. Aku sebut saja ini sepi. Sepi duduk di pojok kamarku ia melamun panjang sampai ketiduran menunggu puan yang akan memeluknya. Ia selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi, menempel di jaket lusuhku, memberatkan langkah yang seharusnya ringan. Tak sampai di situ, ia masuk ke dalam saku celanaku bersembunyi dari panas dan dingin cuaca pertengahan Maret kemarin. Berjalan sendirian bak bang Hasan memutari kampus, menemukan keanehan-keanehan yang tak biasa ia temui sebelumnya. oh iya, semenjak dan gagalnya aku dan kamu ketemu di bulan Maret ini, sepi makin menjadi-jadi, semakin urakan dan tak karuan, diam di saku celana tak mau ke luar ...

surat bulan febuari

​ kamu selalu meminta tempat di kepala meski masalah hidupku minta ruang lebih.   pertemuan tak sengaja itu terjadi. sialnya aku tak memanfaatkannya dengan baik kesempatan itu. ah, dasar lelaki ciut yang tak punya nyali.  aku mengenalkanmu dengan Mang Holid, untuk apa, andai kamu tahu mang holid. dengan Pak Sumardi, kau masih belum tahu.  sederhananya gini, mang holid itu punya tempat  fotokopi . aku ingin kita yang seperti lembaran-lembaran kertas selesai difotokopi, sedang hangat-hangat. ingin selalu begitu!  lalu, Pak Sumardi. kalau ini lain ceritanya. pak sumardi itu orang yang selalu memberi pengumunan di masjid dekat dengan kostanku.    kamu seperti pak sumardi yang selalu meminta tempat ditelingaku padahal aku malas mendengarnya, tapi selalu saja kudengar tiap kali dia berbicara.  kiranya begitu, kejadian-kejadian yang sudah aku lalui denganmu ini semoga hangat seperti mang holid hahaha. dan bisa gak kamu jangan seperti pak sumardi, menyeba...

surat bulan januari

​ semenjak lini masa instagram mengenalkanku dengan kamu. aku tau aku akan menyukaimu secepatnya. karena tidak seperti yang lain, kamu memberi harapan-harapan yang berbeda. "aku kalau nyebelin, bakal nyebelin banget, asal kuat saja". itukan harapan yang berbeda darinya. kau meragukanku dengan lelucon aneh yang sering orang lain katakan itu. aku telah mengerti ini akan sulit. ini membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa menyakinkanmu bahwa aku suka kamu.   harapku besok pagi dan seterusnya. kamu akan mulai mengganguku, memberanikan diri untuk penantianku, membangunkan dan berbisik padaku bahwa ini tak lagi semu.  waktu berjalan begitu cepat. tapi hari ini aku sangat bahagia dan kegirangan entah apa yang membuatku merekah. semoga karena adanya kamu, semoga juga karena ini awal untuk kamu menarikku seatas-atasnya dan mengulurku serendah-rendahnya agar aku tau arti cinta menurutmu seperti apa.  aku telah tiba di waktu harus mengatakan semuanya padamu. ini bukan waktu yang "...

Wah, Kacau sih

Kita memang sudah sejauh itu kok. Kamu nggak sadar, ya? Makannya ketika kita selesai,    aku kayak jadi orang yang kehilangan arah. Bayangin aja, jarak yang kita tempuh selama ini tuh sudah terlalu jauh, lalu tiba-tiba kamu ninggalin aku gitu aja di tengah jalan. Yang selama ini ada kamu, yang selama ini selalu sama kamu, tiba-tiba harus melakukan smeuanya itu sendiri. Wah, kacau sih.  Aku nggak bilang kamu jahat, dan emang kamu nggak jahat. Perjalanan kita memang sampai di sini. Entah harus bergegas ata diam lebih lama, semua pilihan itu sekarang kembali ke diriku. Aku tidak melibatkan kamu lagi karena ya emang antara kita tuh sudah selesai.  Sekarang aku hanya perlu berlajar dan berusaha untuk menerima dan berdamai dengan kenyataan yang ada. Sulit banget wey!  Kamu juga merasakan hal yang sama, ga? Tapi gapapa, namanya juga hidup ada yang ditinggalkan dan meninggalkan lalu harus dijalani, kan?  Ohiya, kamu baik-baik, ya. Jaga kesehatan, hati-hati dal...

Keinginan paling sulit itu adalah melupakanmu

  Dulu, selalu ada alasan mengapa aku berani menempuh perjalanan jauh; sebab kamu adalah tujuan.   Chat terakhirku tak kamu balas, dan kecewaku yang tak bisa dibendu. sampai aku tak menanyakan kenapa kamu memutuskan untuk meninggalkanku.  Biarlah kisah itu menjadi kisah kita yang berakhir tragis, meski terlalu singkat tanpa mengenal cintaku seutuhnya.  Jika ada tempat yang paling nyaman di muka bumi ini maka jawabananya adalah dipelukanmu, ia bisa menelan kesedihan juga kedalaman yang entah.  Setalah kepergianmu, aku acap kali membereskan penampilan, dari mulai potong rambut, menyuci sepatu, memakai baju warna kesukaanmu dan setiap malam minggu keluar seolah akan menjemputmu.  Ini bukan puisi atau apalah itu, ini hanya tulisan biasa yang tak perlu kamu tahu. Jika kamu membacanya, ya ini pengakuanku atas kepergianmu.  Aku ingin melupakanmu dengan sesederhana dan serumit itu, lalu jadi keinginan paling sulit.  Untukmu yang mengusik isi hatiku, aku j...

Dejavu

Aku motoran sore di jalan menuju kotamu.  Ditengah hiruk pikuknya kotamu, aku melihat kau berjalan dengannya. Di hari minggu kemarin.   Menjengkelkan, dan kenapa aku harus mengikutimu.  Benar firasatku, kau membawanya ketempat aku mengajakmu, dulu. Itu aku yang menemukannya, itu tempat kita.  Dulu, aku beli es krim tapi kesukaanmu habis. Kamu makan es krimku, aku menikmati kopi yang sudah dipesan olehmu. Itu tempat aku yang menemukannya!  Apa kamu tak merasakan dejavu? Bilang padanya, kau diajak olehku ke sana. Bilang. Kamu tak merasakan dejavu?  Tak kuat rasanya, melihatmu dengannya. Yang sesekali kau masih menengok ke belakang. Lalu tiba-tiba kau ingin mengatakan bahwa itu dejavu, kan? Bilang sayang, itu dejavu.  Aku tahu kamu menyanyikan lagu celengan rindu dengannya. Berpoto ria dihadapan langit jingga. Bukankah itu ritual kita sebelum pulang? Itu dejavu!   Lalu, aku pergi dengan motor yang kelam dan mencekam karena jok belakangnya tak ada pen...

RECEH

Mungkin bagimu perasaan ku ini receh. Aku sudah berusaha menerima apa yang sedang terjadi, berusaha tidak menyiksa diri, dan berdamai dengan keadaan yang membuat sakit. Terlihat sulit, tapi aku harus bisa. Selain kamu, disini yang membuat sangat patah adalah perkataan-perkataan dusta yang difaktakan, seolah nyata padahal tidak. Mungkin bagimu perasaanku ini receh dan bisa diuji coba. Asal kamu tahu, aku bersusah payah untuk mulai percaya dan mencintai kembali. Ujian terbesar dalam proses melupakanmu adalah ketika sedang sendiri. Bukan karena aku tidak terima dengan realita yang ada, butuh waktu untuk mengembalikan semuanya agar terlihat baik-baik saja. Disini aku tidak berhak marah, sedih, ataupun kecewa. Karena bagaimanapun juga aku menghargai keputusanmu, aku tidak ingin egois untuk memaksamu sama denganku, aku sangat terluka, tapi tetap kamu yang selalu playing victim, Hahaha. Lalu, aku harus bagaimana?

25 jam

Ketika jam kuliah berlangsung, sejenak aku terdiam dan merenung, rasanya seperti ada yang berbeda hari ini. Ternyata ada yang berubah dari penampilan Dara. Hatiku seketika berbicara "kenapa kamu terlihat cantik, Ra". Aku dan manusia itu memang tidak sering bertegur sapa, berbicara pun juga jarang dan sebenarnya aku tidak ingin tahu banyak tentang dia. Tapi sejauh ini yang ku tau dia hobi mengoleksi boneka-boneka lucu. Sampai tiba notifikasi darinya muncul. Ah, malam ini hujan, tapi aku laper. Mau ngajak teman-teman ke tempat biasa makan tapi hujan belum juga reda. Seraya mengisap rokok, duduk di depan alfamart, aku menatap layar ponselku penuh dengan wajahnya. Setelah aku sadari, ternyata rasa kagum itu cuman kagum yang biasa saja, entah tak biasa. Aku kagum pada cara berbicaranya yang khas, kagum pada cara pandangnya, dan kagum pada cara dia berpikir, tapi aku tidak sedang mencintainya.   Kita sedang dipertemukan di tempat yang sama, aku mencoba menyapanya dengan ceria, ...

D a r a

Aku menemukan keanehan-keanehan yang merujuk pada definisi saling. Iya, maknanya sangat umum sekali, entah saling suka atau saling tidak suka. Aku masih belum bisa memastikan apakah aku dan (sebut saja) Dara itu terpilih untuk ditakdirkan pada pilihan saling suka. Sendiri adalah momen dimana aku dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan horor. Sampai-sampai terkadang air mataku tidak bisa ditahan, karena ku pikir ini terlalu berat untuk dipikirkan, inginnya selalu "kalau bisa milih, aku tidak akan memilih untuk jatuh cinta dengan Dara". Aku terjebak dalam keresahan, kalau diibaratkan perasaanku ini rakyat, dan aku adalah pemerintahnya. Banyak keresahan-keresahan atau aspirasi rakyat yang perlu didengar oleh pemerintah, namun aku tidak menggubrisnya. Baru kali ini aku dibuat jatuh, jatuh cinta dengan seseorang yang seharusnya aku tidak jatuh cinta, aku kesal dengan aku, kenapa harus membuka hati kembali setelah sekian lama menutup, dan kenapa harus kamu yang berhasil membuat aku ...