Langsung ke konten utama

Postingan

Wah, Kacau sih

Kita memang sudah sejauh itu kok. Kamu nggak sadar, ya? Makannya ketika kita selesai,    aku kayak jadi orang yang kehilangan arah. Bayangin aja, jarak yang kita tempuh selama ini tuh sudah terlalu jauh, lalu tiba-tiba kamu ninggalin aku gitu aja di tengah jalan. Yang selama ini ada kamu, yang selama ini selalu sama kamu, tiba-tiba harus melakukan smeuanya itu sendiri. Wah, kacau sih.  Aku nggak bilang kamu jahat, dan emang kamu nggak jahat. Perjalanan kita memang sampai di sini. Entah harus bergegas ata diam lebih lama, semua pilihan itu sekarang kembali ke diriku. Aku tidak melibatkan kamu lagi karena ya emang antara kita tuh sudah selesai.  Sekarang aku hanya perlu berlajar dan berusaha untuk menerima dan berdamai dengan kenyataan yang ada. Sulit banget wey!  Kamu juga merasakan hal yang sama, ga? Tapi gapapa, namanya juga hidup ada yang ditinggalkan dan meninggalkan lalu harus dijalani, kan?  Ohiya, kamu baik-baik, ya. Jaga kesehatan, hati-hati dal...

Bab 3 kejutan

  Bahwa mencintai di usia dua puluh dua adalah sebuah anugerah yang hebat dan menjadi hancur adalah hal yang biasa.  Maka, semoga dilembutkannya hati agar tidak bosan-bosannya memahami apa itu memberi dan menerima.  Tahun yang banyak kejutan.  Terima kasih untuk diri sendiri, yang mengambil banyak resiko keputusan besar tahun ini. Berani menghadapi banyak una ini sampai badan pegal linu.  Terima kasih untuk kamu dan semua teman terbaik, sahabat terhebat yang membersamai  Mari mengambil jeda, kembali pulang ke dalam diri, mengumpulkan energi untuk hidup lebik baik lagi.  Dan sekiranya begitu, semoga aku menjadi manusia seutuhnya.  Satu lagi, terima kasih atas doa yang mencium kening dan pipi. Dua puluh dua, aku siap! 

Keinginan paling sulit itu adalah melupakanmu

  Dulu, selalu ada alasan mengapa aku berani menempuh perjalanan jauh; sebab kamu adalah tujuan.   Chat terakhirku tak kamu balas, dan kecewaku yang tak bisa dibendu. sampai aku tak menanyakan kenapa kamu memutuskan untuk meninggalkanku.  Biarlah kisah itu menjadi kisah kita yang berakhir tragis, meski terlalu singkat tanpa mengenal cintaku seutuhnya.  Jika ada tempat yang paling nyaman di muka bumi ini maka jawabananya adalah dipelukanmu, ia bisa menelan kesedihan juga kedalaman yang entah.  Setalah kepergianmu, aku acap kali membereskan penampilan, dari mulai potong rambut, menyuci sepatu, memakai baju warna kesukaanmu dan setiap malam minggu keluar seolah akan menjemputmu.  Ini bukan puisi atau apalah itu, ini hanya tulisan biasa yang tak perlu kamu tahu. Jika kamu membacanya, ya ini pengakuanku atas kepergianmu.  Aku ingin melupakanmu dengan sesederhana dan serumit itu, lalu jadi keinginan paling sulit.  Untukmu yang mengusik isi hatiku, aku j...

PENGEMBANGAN PMII DI ERA DISRUPSI

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan suatu organisasi yang memiliki tujuan agar “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.”    Hal ini senada dengan mukaddimah anggaran dasar PMII alenia keempat. Sementara itu, disrupsi teknologi memiliki dampak yang dapat mengakibatkan lunturnya nilai dan norma dalam masyarakat. Hal ini dapat ditandai dengan fenomena hilangnya rasa percaya (trust) antara satu sama lain, meningkatnya prosentase kriminalitas, rendahnya tingkat relasi atau ikatan keluarga, serta dapat memicu problem yang lebih kompleks lainnya. Korelasi antara tujuan PMII dalam membentuk kader yang berkualitas dengan dampak yang terjadi akibat disrupsi teknologi dapat diselaraskan. Sehingga segala sesuatu yang hanya menjadi “keharusan” kini dapat sesuai dengan “kenyataan” yang terjadi di la...

Aku, kamu dan sesal sepintas lalu

Beberapa hal memang tidak perlu selesai sekarang. Katamu, dulu. Kadang beberapa hal ada yang jangan terlalu dipusingin. Katamu, dulu. Juga beberapa hal lainnya sangat perlu selesai sekarang. Katamu, dulu.  Aku memang tak pandai menebak apa maumu, tapi aku bisa jadi apa yang kamu mau. Aku juga memang tak pandai bersuara, tapi perlakuanku padamu tak butuh suara.  Dan, aku tak lagi harus menunggu ucapan dua kata yang membuka hari, juga ucapan tiga kata yang menutup hari. Itu Aku, sekarang.

Dejavu

Aku motoran sore di jalan menuju kotamu.  Ditengah hiruk pikuknya kotamu, aku melihat kau berjalan dengannya. Di hari minggu kemarin.   Menjengkelkan, dan kenapa aku harus mengikutimu.  Benar firasatku, kau membawanya ketempat aku mengajakmu, dulu. Itu aku yang menemukannya, itu tempat kita.  Dulu, aku beli es krim tapi kesukaanmu habis. Kamu makan es krimku, aku menikmati kopi yang sudah dipesan olehmu. Itu tempat aku yang menemukannya!  Apa kamu tak merasakan dejavu? Bilang padanya, kau diajak olehku ke sana. Bilang. Kamu tak merasakan dejavu?  Tak kuat rasanya, melihatmu dengannya. Yang sesekali kau masih menengok ke belakang. Lalu tiba-tiba kau ingin mengatakan bahwa itu dejavu, kan? Bilang sayang, itu dejavu.  Aku tahu kamu menyanyikan lagu celengan rindu dengannya. Berpoto ria dihadapan langit jingga. Bukankah itu ritual kita sebelum pulang? Itu dejavu!   Lalu, aku pergi dengan motor yang kelam dan mencekam karena jok belakangnya tak ada pen...

Sabda rindu

Jalan menuju rumahmu punya macet paling romantis, kamu tahu, itu yang selalu aku suka.   Ketika kamu memilih untuk denganku, pertama yang kupinta darimu adalah beri aku hak untuk bisa larang kamu dekat dengan cowok lain.  Ketika kamu memilih untuk denganku, yang kedua kupinta darimu adalah waktu dan perhatian.  Ketika kamu memilih untuk denganku, lalu yang ketiga kupinta darimu adalah kabar, karena itu menjadi kode etik.  Ketika kamu memilih untuk denganku, lalu yang keempat kupinta darimu adalah memaafkan atas ketidakpekaannya diriku.  Ketika kamu memilih untuk denganku, kemudian yang kelima kupinta darimu adalah ceritakan hal-hal/apa-apa yang sudah terjadi padamu.  Ketika kamu memilih untuk denganku, untuk selanjutnya yang kupinta darimu adalah kamu harus mau aku ajak segalanya, apapun itu, ke manapun itu.  Ketika kamu memilih untuk denganku, selalu. Kuharap dengan hal lainnya bisa kita kompromikan dilain waktu.  Ketika kamu memil...

March

”Satu dari sekian banyak tempat di dunia yang selalu menyiapkan kejutan-kejutan di hidupku adalah jalanan” ‘Ilmu di jalanan lebih luas daripada ilmu di sekolah”, Aku sepakat dengan kalimat itu. Maret adalah salah satu bulan dari 12 bulan yang terbaik. Mengapa begitu, karena di bulan ini aku begitu tumbuh sangat cepat, aku merasakan itu, sampai merinding ini nulisnya, duh. Huuuuh, baiklah. Kamu tahu, aku bertemu dengan orang-orang hebat, baik dikalangan mahasiswa, dosen, pejabat juga pedang kaki lima yang sering kusapa di jalanan. Transisi February dengan maret ini menyenangkan sekali bagiku, apalagi setelah kesibukanku diakhir bulan lalu menemukan tempat membasuh segala lara perihal menjadi mahasiswa seutuhnya. Aku dan PMII memang sudah digariskan untuk bersama kayaknya, soalnya ketika aku mau berangkat ke tempat masa penerimaan anggota baru itu semalamnya badanku panas dingin. Entah karena sebelumnya aku kehujanan, entah memang karena sakit covid 19 lagi. Ya aku pernah kena covid 19...

February

Untuk bertemu kamu aku harus melewati kemacetan, berhimpit kendaraan, hujan badai, halilintar dan segala hal yang membuatku kesal dan kamu lebih menyebalkan ternyata atas ketidakpercayaanmu padaku. Dulu, febuary dan dejavu. Kau tahu, yang pacaran bisa putus, yang tunangan bisa usai di tengah jalan, yang menikah bisa jadi sebulan cerah. Menurutku, pembuktian cinta bukan kepastian. Sebab, siapapun bisa. Jangan meremehkan kayak, “kalau serius, langsung datang ke rumah, temui orang tua”, dan lain-lain. Itu gampang banget. Memang, di mata agama dan social itu baik. Tapi, apa kamu rela ngorbanin dirimu ke seseorang yang bahkan enggak kamu kenal, hanya karena satu poin dia berani memberi kepastian? Pembuktian cinta paling masuk akal adalah membuktian diri sendiri, jujur sama diri sendiri. Yang dulu sukanya main sana sini, sadari, lalu berubah. Komitmen ke diri sendiri, nanti enggak selingkuh, nanti enggak gampang minta pisah, nanti membatasi diri ke lawan jenis. Setiap orang masih layak u...

January

Hindia bilang dalam liriknya, “kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?”.   Aku menjumpai malam-malam yang rasanya panjang dan resah sehingga tak dapat tidur hingga pagi hari pada tahun ini, untuk sekadar overthinking dan overfeeling itu menjelma bak lampu kamar kost. Pikiranku, cuma berteriak dan bertanya, “Apa aku sudah melakukan hal-hal yang bermanfaat?”, “Apa aku sudah tumbuh dengan baik?”, “Apa aku sudah menebar serta kutabur cinta dengan lapang di tahun ini?”. Seharusnya pertanyaan itu tak datang dipenghujung tahun ini. Tapi, tak apalah, toh dalam hidup itu perjalanan, ada yang meninggalkan juga ada yang ditinggalkan, meski berat itu terjadi. Seharusnya juga aku tidak menyakiti orang-orang yang sayang dan juga aku sayangi. Baiklah, mari kita mulai, semoga bisa mewakili kamu yang sama denganku. Tiba pada bulan January, harapanku dulu sederhana, hanya ada dua; pertama, aku ingin sehat dan bahagia. Kedua, aku ingin lebih banyak minum air putih. Hanya itu, bagiku tidak ...

NASI GORENG

Kamu pasti tahu , bila nasi goreng termasuk makanan Indonesia yang populer hingga mancanegara. Cara membuatnya yang mudah disertai rasa nikmat, bikin nasi goreng digemari banyak kalangan. Menu ini pun dapat disajikan untuk segala suasana, baik sarapan maupun makan malam. Namun, kira-kira asal  nasi goreng dari  mana, ya? Lantas, bagaimana sejarah, penyebaran, dan apa fakta menariknya? Semua informasi dapat kamu temukan dalam ulasan menarik berikut. Sejarah Nasi Goreng Nasi goreng diketahui sudah ada sejak 4.000 tahun, sebelum masehi. Namun, siapa sangka, bila asal nasi goreng ini bukan asli Indonesia. Melainkan dari suku Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia. Resep nasi goreng dari Yangzhou di Provinsi Jiansu, diklaim sebagai yang pertamanya. Lebih jelasnya, nasi goreng merupakan makanan tradisional masyarakat Tionghoa berbahan dasar nasi yang sudah dingin. Ini berasal dari kebiasaan masyarakat Tionghoa yang gak suka mengonsumsi makanan dingin. Sebab itulah, mereka m...

RECEH

Mungkin bagimu perasaan ku ini receh. Aku sudah berusaha menerima apa yang sedang terjadi, berusaha tidak menyiksa diri, dan berdamai dengan keadaan yang membuat sakit. Terlihat sulit, tapi aku harus bisa. Selain kamu, disini yang membuat sangat patah adalah perkataan-perkataan dusta yang difaktakan, seolah nyata padahal tidak. Mungkin bagimu perasaanku ini receh dan bisa diuji coba. Asal kamu tahu, aku bersusah payah untuk mulai percaya dan mencintai kembali. Ujian terbesar dalam proses melupakanmu adalah ketika sedang sendiri. Bukan karena aku tidak terima dengan realita yang ada, butuh waktu untuk mengembalikan semuanya agar terlihat baik-baik saja. Disini aku tidak berhak marah, sedih, ataupun kecewa. Karena bagaimanapun juga aku menghargai keputusanmu, aku tidak ingin egois untuk memaksamu sama denganku, aku sangat terluka, tapi tetap kamu yang selalu playing victim, Hahaha. Lalu, aku harus bagaimana?

25 jam

Ketika jam kuliah berlangsung, sejenak aku terdiam dan merenung, rasanya seperti ada yang berbeda hari ini. Ternyata ada yang berubah dari penampilan Dara. Hatiku seketika berbicara "kenapa kamu terlihat cantik, Ra". Aku dan manusia itu memang tidak sering bertegur sapa, berbicara pun juga jarang dan sebenarnya aku tidak ingin tahu banyak tentang dia. Tapi sejauh ini yang ku tau dia hobi mengoleksi boneka-boneka lucu. Sampai tiba notifikasi darinya muncul. Ah, malam ini hujan, tapi aku laper. Mau ngajak teman-teman ke tempat biasa makan tapi hujan belum juga reda. Seraya mengisap rokok, duduk di depan alfamart, aku menatap layar ponselku penuh dengan wajahnya. Setelah aku sadari, ternyata rasa kagum itu cuman kagum yang biasa saja, entah tak biasa. Aku kagum pada cara berbicaranya yang khas, kagum pada cara pandangnya, dan kagum pada cara dia berpikir, tapi aku tidak sedang mencintainya.   Kita sedang dipertemukan di tempat yang sama, aku mencoba menyapanya dengan ceria, ...

Berakhir pada pukul lima sore

Tetiba kehidupan berakhir dipukul lima sore, kenapa kemudian, sebab setelah pukul lima sore, aku akan mengabari semua pesan yang masuk diWhatsApp. Jadi pada saat itu aku merenung, sejenak menikmati keindahan di sekelilingku, menghargai langit yang berubah warna dari biru-abu kelabu hingga kemerah-merahan.  Jam sebelas malam aku kepikiran sudah hi dup seperempat abad atau menuju seperempat abad akan membuat kita bergidik kencang seraya berkata,  “Duh.. amit-amit deh, ripuh pisan” . Pada masa ini, hampir semua manusia dengan umur dewasa awal akan diuji sedemikian rupa. Masing-masing akan diuji dengan cara dan kondisi yang berbeda, sehingga  sharing  soal pengalaman melewati krisis seperempat abad ini banyaknya tidak dibutuhkan, yang banyak dibutuhkan adalah cukup diterima, ditemani, didengarkan, dan didukung. Tidak dibiarkan dan membiarkan diri sendiri kesepian adalah kunci utama dalam melewatinya. Kunto Aji dalam liriknya bilang,  “Kapan terakhir kali kamu dapa...

D a r a

Aku menemukan keanehan-keanehan yang merujuk pada definisi saling. Iya, maknanya sangat umum sekali, entah saling suka atau saling tidak suka. Aku masih belum bisa memastikan apakah aku dan (sebut saja) Dara itu terpilih untuk ditakdirkan pada pilihan saling suka. Sendiri adalah momen dimana aku dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan horor. Sampai-sampai terkadang air mataku tidak bisa ditahan, karena ku pikir ini terlalu berat untuk dipikirkan, inginnya selalu "kalau bisa milih, aku tidak akan memilih untuk jatuh cinta dengan Dara". Aku terjebak dalam keresahan, kalau diibaratkan perasaanku ini rakyat, dan aku adalah pemerintahnya. Banyak keresahan-keresahan atau aspirasi rakyat yang perlu didengar oleh pemerintah, namun aku tidak menggubrisnya. Baru kali ini aku dibuat jatuh, jatuh cinta dengan seseorang yang seharusnya aku tidak jatuh cinta, aku kesal dengan aku, kenapa harus membuka hati kembali setelah sekian lama menutup, dan kenapa harus kamu yang berhasil membuat aku ...